Kamis, 24 November 2016
Senin, 24 Oktober 2016
M Taufik: Anies dan Sylvi Jalan Allah untuk Ganti Pemimpin yang Sekarang
Jakarta - Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jakarta Raya M Taufik mengatakan, Anies Baswedan atau pun Sylviana Murni adalah anggota KAHMI. Salah satunya harus menjadi pemimpin DKI Jakarta.
M Taufik menyampaikan hal tersebut saat memberi sambutan di acara pelantikan pengurus KAHMI Jakarta Raya periode 2016-2021 yang digelar di Hotel Grand Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Sabtu (22/10/2016).
Anies hadir dalam acara ini, sementara Sylviana Murni yang dijadwalkan hadir, tidak nampak di lokasi.
Di Pilgub DKI Jakarta 2017, Anies maju sebagai calon gubernur berpasangan dengan Sandiaga Uno. Sedangkan Sylviana Murni maju sebagai wakil gubernur berpasangan dengan Agus Harimurti Yudhoyono.
"Dua-duanya anggota KAHMI. Tugas terbesar adalah bagaimana salah satu dari dua ini menjadi pemimpin Jakarta. Insya Allah salah satu dari dua, dari KAHMI memimpin Jakarta, barangkali muncul pemimpin yg beradab, yang amanah, dan mau berkomunikasi dengan masyarakatnya," kata M Taufik.
M Taufik yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini meminta anggota KAHMI Jaya mengambil peran dalam memperjuangkan Anies atau Sylviana memenangkan pertarungan di Pilgub DKI 2017.
"Saya ingin mengajak anggota KAHMI untuk menambahkan doanya. Insya Allah akan diijabah. Ini tugas berat kita. Saya kira ini jalan Allah untuk mengganti pemimpin yang sekarang," sambungnya disambut tepuk tangan riuh para anggota KAHMI Jaya.
(hri/hri)
Belum Ada Gol di Emirates Stadium
London - Rentetan kemenangan Arsenal di Premier League dihentikan oleh Middlesbrough. Bermain di Emirates Stadium, Arsenal ditahan imbang Boro dengan skor 0-0.
Jalannya Pertandingan
Arsenal langsung menekan sejak menit-menit awal. Tuan rumah yang menguasai permainan terus berupaya membongkar pertahanan Boro.
Di menit kesembilan, Mesut Oezil mencoba peruntungannya lewat tendangan bebas dari sisi kanan. Tapi tendangan pemain internasional Jerman itu masih melambung di atas mistar gawang Boro yang dikawal Victor Valdes.
Sebuah kesalahan Laurent Koscielny di menit ke-19 nyaris membahayakan gawang Arsenal. Bola yang mengarah kepadanya direbut Adama Traore yang langsung merangsek ke kotak penalti. Tapi sepakan Traore diblok oleh Petr Cech.
Bola muntah mengarah ke Alvaro Negredo yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Namun peluang emas itu lagi-lagi digagalkan oleh Cech.
Tak lama berselang, Middlesbrough mendapat tendangan bebas di depan kotak penalti Arsenal. Sial bagi Boro, bola tendangan Gaston Ramirez yang diarahkan ke pojok kiri atas gawang Arsenal hanya menerpa tiang.
Cech kembali menjadi penyelamat Arsenal. Umpan Traore dari sisi kiri membentur Koscielny dan bola mengarah ke tiang jauh. Ramirez langsung meneruskannya dengan sundulan tapi diblok oleh Cech.
Di sisa waktu babak pertama, Arsenal coba meningkatkan intensitas tekanan. Tapi mereka masih kesulitan membongkar pertahanan Boro. Sampai turun minum, skor 0-0 tetap bertahan.
Arsenal kembali memegang kendali permainan di awal babak kedua. Peluang didapat Arsenal setelah Alexis Sanchez mengangkat bola dari sisi kiri. Tapi bola tak bisa dijangkau oleh Koscielny yang ada di depan gawang.
Tendangan bebas didapat Arsenal di menit ke-53. Sanchez maju sebagai eksekutor, tapi tendangannya masih melebar dari gawang Boro. Dua menit berselang, Sanchez kembali mencoba peruntungannya dari luar kotak penalti. Kali ini Valdes yang melakukan penyelamatan bagus untuk menggagalkan upaya Sanchez.
Boro menyengat lewat sebuah serangan balik. Traore menggiring bola dan melewati Francis Coquelin. Traore masuk ke kotak penalti dan melepaskan tembakan kaki kanan ke arah tiang jauh. Tapi Cech lagi-lagi melakukan penyelamatan brilian untuk menggagalkan peluang Traore.
Arsenal terus berupaya membongkar pertahanan Boro. Tapi mereka masih kesulitan menciptakan peluang bersih. Umpan terobosan yang dikirim Walcott ke jatuh ke kaki Sanchez. Tapi Valdes keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola.
Boro kembali menggebrak lewat serangan balik. Traore mengawali serangan Boro dan kemudian mengirim bola kepada Negredo. Namun Koscielny melakukan tekel yang bagus tepat saat Negredo akan melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti.
Di masa injury time, Arsenal meningkatkan serangan. Arsenal sempat mencetak gol lewat sepakan Oezil yang meneruskan bola Alex Oxlade-Chamberlain. Tapi wasit menganulirnya karena Oezil lebih dulu ada dalam posisi offside. Tak lama berselang, wasit meniup peluit panjang tanda laga berakhir.
Susunan Pemain
Arsenal: Cech, Bellerin, Mustafi, Koscielny, Monreal, Coquelin, Elneny, Walcott, Ozil, Iwobi, Alexis
Middlesbrough: Valdes; Barragan, Ayala, Gibson, Friend; Forshaw, De Roon, Clayton; Traore, Negredo, Ramirez
(nds/krs)
PEPARNAS - Perenang penyabet emas ini awalnya takut air
Bandung (ANTARA News) - Perenang paralimpik, Dean Uli Siringo-ringo
(22), semula tak bisa berdamai dengan air. Rasa takutnya sedemikian
besar pada zat cair itu.
Pertemuannya dengan sang pelatih yang merupakan mantan atlet renang asal Sumatera Utara, Brian Howard, memberinya daya juang untuk menaklukkan rasa takutnya dan menjadi atlet renang.
"Bisanya berenang itu saat dilatih sama coach Brian. Sama sekali takut sama air dan enggak tahu berenang sama sekali. Tetapi, karena peluang sangat besar, saya berusaha bisa renang," ujar dia saat ditemui di kawasan Cihampelas, Bandung, Sabtu.
Brian (31), dalam kesempatan yang sama mengatakan melihat niat keras dalam diri Dean menjadi atlet renang, sekalipun dihantui ketakutan pada air. Sejak Mei 2016, dia pun mempersiapkan Dean tampil di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat, ajang paralimpik pertama Dean.
"Dean awalnya takut sama air, tetapi saya lihat karena memang dia niat. Kalau bakat sih mungkin ya ada tetapi enggak terlalu berbakat. Hanya dia niat. Dia pekerja keras, juga yang saya bangga itu tidak menyusahkan orang lain," tutur dia.
Sebagai seorang tuna netra, perempuan yang juga mahasiswi jurusan ilmu politik di Universitas Sumatera Utara (USU) itu tak menampik kesulitan yang kerap mampir di hari-hari awal latihannya hingga menjelang Peparnas.
"Susah pasti. Karena saya tuna netra, buta total. Sangat sulit mendapat info. Misalnya soal gerakan. Kita harus meraba gerakannya. Teknik yang benar itu, walau enggak sempurna," kata dia.
Kali pertama, Dean harus berjibaku di kolam dengan kedalaman 1,8 meter, mempelajari teknik pernafasan, teknik renang dan sebagainya, sesuai arahan Brian dan tim. Dia masih ingat kala itu harus menggunakan semacam stik, yang biasanya digunakan anak-anak saat belajar renang.
"Pertama kali enggak bisa berenang, dikasih stik. Stik itu kan untuk anak kecil. Tetapi ya harus itu. Pertama kali ada kak Yuni (sesama atlet paralimpik). Kak Yuni kan bisa berenang, ketakutan, aku pegang kakak itu," kata Dean.
"Aku yakin, ada coach. Jadi enggak bakalan dibiarin lah. Kebetulan coach-nya mau turun ke kolam. Walaupun agak-agak enggak yakin juga. Karena takut. Aku merasa kalau saat ada jadwal latihan renang itu, hari terakhirku," sambung dia seraya tertawa malu.
Disiplin mengikuti program yang diberikan sang pelatih sejak Mei 2016, Dean memberikan kejutan. Tampil di tiga nomor sekaligus, Dean membawa tiga medali, yakni emas di nomor 100 meter gaya dada S9 putri dan perak di nomor 50 meter gaya dada S9 putri serta di nomor 50 meter gaya bebas S11 putri dengan catatan waktu 50,28 detik.
"Aku diajarin dua gaya, sebenarnya ada tiga. Hanya di Peparnas, kupu-kupu putri tidak dipertandingkan. Dada dan bebas. This is my first time. Enggak kebayang dapat satu emas dan dua perak. Makanya terharu," ungkap perempuan berambut lurus itu.
"Kalaupun aku ada rasa dag dig dug, aku mensiasatinya dengan senyum saja. Biar tidak ngerasa berat. Enggak munafik juga, ada rasa beban, aduh lama kali melewati lintasan (pertandingan). Tetapi senyum saja biar ringan. Setelah di akhir enggak lagi ada apa-apa," kata Dean.
Kejutan pun dia berikan pada sang bunda yang sempat menemaninya di masa awal pertandingan. "Terharu. Aku enggak menyangka, kata mama. Bisa ya coach mu membuatmu bisa berenang. Aku saja tak tahu apa bakatmu, kata mama, lagi," ujar Dean.
Dean membuktikan, penyakit campak yang merenggut penglihatannya saat dirinya masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar tak serta membuat hidupnya hancur. Dia sukses menunjukkan pada masyarakat seorang tuna netra mampu berprestasi.
Pertemuannya dengan sang pelatih yang merupakan mantan atlet renang asal Sumatera Utara, Brian Howard, memberinya daya juang untuk menaklukkan rasa takutnya dan menjadi atlet renang.
"Bisanya berenang itu saat dilatih sama coach Brian. Sama sekali takut sama air dan enggak tahu berenang sama sekali. Tetapi, karena peluang sangat besar, saya berusaha bisa renang," ujar dia saat ditemui di kawasan Cihampelas, Bandung, Sabtu.
Brian (31), dalam kesempatan yang sama mengatakan melihat niat keras dalam diri Dean menjadi atlet renang, sekalipun dihantui ketakutan pada air. Sejak Mei 2016, dia pun mempersiapkan Dean tampil di ajang Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XV/2016 Jawa Barat, ajang paralimpik pertama Dean.
"Dean awalnya takut sama air, tetapi saya lihat karena memang dia niat. Kalau bakat sih mungkin ya ada tetapi enggak terlalu berbakat. Hanya dia niat. Dia pekerja keras, juga yang saya bangga itu tidak menyusahkan orang lain," tutur dia.
Sebagai seorang tuna netra, perempuan yang juga mahasiswi jurusan ilmu politik di Universitas Sumatera Utara (USU) itu tak menampik kesulitan yang kerap mampir di hari-hari awal latihannya hingga menjelang Peparnas.
"Susah pasti. Karena saya tuna netra, buta total. Sangat sulit mendapat info. Misalnya soal gerakan. Kita harus meraba gerakannya. Teknik yang benar itu, walau enggak sempurna," kata dia.
Kali pertama, Dean harus berjibaku di kolam dengan kedalaman 1,8 meter, mempelajari teknik pernafasan, teknik renang dan sebagainya, sesuai arahan Brian dan tim. Dia masih ingat kala itu harus menggunakan semacam stik, yang biasanya digunakan anak-anak saat belajar renang.
"Pertama kali enggak bisa berenang, dikasih stik. Stik itu kan untuk anak kecil. Tetapi ya harus itu. Pertama kali ada kak Yuni (sesama atlet paralimpik). Kak Yuni kan bisa berenang, ketakutan, aku pegang kakak itu," kata Dean.
"Aku yakin, ada coach. Jadi enggak bakalan dibiarin lah. Kebetulan coach-nya mau turun ke kolam. Walaupun agak-agak enggak yakin juga. Karena takut. Aku merasa kalau saat ada jadwal latihan renang itu, hari terakhirku," sambung dia seraya tertawa malu.
Disiplin mengikuti program yang diberikan sang pelatih sejak Mei 2016, Dean memberikan kejutan. Tampil di tiga nomor sekaligus, Dean membawa tiga medali, yakni emas di nomor 100 meter gaya dada S9 putri dan perak di nomor 50 meter gaya dada S9 putri serta di nomor 50 meter gaya bebas S11 putri dengan catatan waktu 50,28 detik.
"Aku diajarin dua gaya, sebenarnya ada tiga. Hanya di Peparnas, kupu-kupu putri tidak dipertandingkan. Dada dan bebas. This is my first time. Enggak kebayang dapat satu emas dan dua perak. Makanya terharu," ungkap perempuan berambut lurus itu.
"Kalaupun aku ada rasa dag dig dug, aku mensiasatinya dengan senyum saja. Biar tidak ngerasa berat. Enggak munafik juga, ada rasa beban, aduh lama kali melewati lintasan (pertandingan). Tetapi senyum saja biar ringan. Setelah di akhir enggak lagi ada apa-apa," kata Dean.
Kejutan pun dia berikan pada sang bunda yang sempat menemaninya di masa awal pertandingan. "Terharu. Aku enggak menyangka, kata mama. Bisa ya coach mu membuatmu bisa berenang. Aku saja tak tahu apa bakatmu, kata mama, lagi," ujar Dean.
Dean membuktikan, penyakit campak yang merenggut penglihatannya saat dirinya masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar tak serta membuat hidupnya hancur. Dia sukses menunjukkan pada masyarakat seorang tuna netra mampu berprestasi.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Rumah 2 Lantai di Johar Baru Jakpus Terbakar Akibat Korsleting Listrik
Jakarta - Sebuah rumah 2 lantai di wilayah Johar Baru, Jakarta Pusat, terbakar. Penyebab sementara, kebakaran diduga karena korsleting listrik.
Petugas Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat Budi menerangkan, rumah yang terbakar ini beralamat di Jalan Kampung Rawa Sawah, RT 02 RW 04, Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat. Pihaknya menerima informasi kebakaran pukul 18.00 WIB.
Kebakaran terjadi di lantai 2 rumah tersebut. Pihak Suku Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Pusat kemudian menerjunkan 6 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.
"Saat kejadian pemilik rumah tidak menyadari jika ada konsleting listrik di lantai 2 rumahnya yang menyebabkan kebakaran," kata Budi saat dihubungi detikcom lewat telepon, Sabtu (22/10/2016).
Budi mengatakan, api sudah berhasil dipadamkan petugas dibantu warga. Akibat peristiwa ini, lantai 2 rumah tersebut habis terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Penanganan yang cepat oleh petugas pemadam kebakaran dan warga membuat api tidak sempat merembet ke rumah lainnya.
(hri/hri)
EDI Indonesia Kenalkan PLB Inventory di Ajang JILSE 2016

PLB Inventory yang sudah diimplementasikan di PT KBN dan PT Pertamina Drilling ini merupakan produk yang dapat memberikan solusi sistem informasi di dunia logistik.
"Kami memiliki aplikasi yang bernama PLB Inventory, aplikasi ini dapat meminimalisir baik waktu maupun biaya dalam bidang logistik serta memiliki fasilitas penyediaan akses pasar ekspor bagi pelaku UMKM," ujar E. Helmi Wantono, Direktur Utama PT EDI Indonesia dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/10).
Aplikasi berbasis web dengan platform cloud computing ini dapat mempermudah proses bisnis di dalam pusat logistik berikat agar menjadi lebih efektif dan efisien seta terpantau secara real-time online. Sesuai dengan prosedur yang diterapkan Bea dan Cukai sebagai salah satu syarat menjadi Pusat Logistik Berikat (PLB).
"EDII menawarkan solusi untuk para pelaku usah dibidang logistik untuk dapat mempermudah proses bisnis dengan tujuan menekan waktu dan biaya, sehingga kegiatan bisnis dapat berjalan maksimal," ujarnya.
JILSE 2016 merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada 19 hingga 21 Oktober kemarin. Ajang ini mempertemukan para pemasok luar negeri, importir dalam negeri dan para pelaku usaha di bidang logistik sekaligus meresmikan PLB tahap II, dengan tema menjadikan Indonesia sebagai pusat atau hub logistik di Asia Pasifik.
Sebelumnya dalam pembukaan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, bahwa tingkat peranan logistik di Indonesia masih tertinggal dengan negara lain di Asia Pasifik.
"JILSE 2016 ini merupakan upaya lanjutan pemerintah untuk mensosialisasikan program pusat logistik berikat (PLB) yang mana sangat diperlukan guna mendorong pertumbuhan jumlah PLB di Indonesia," kata dia.
Valencia Samakan Kedudukan Lewat Munir
VALENCIA - Valencia sukses menyamakan kedudukan
menjadi 1-1 lewat gol yang dicetak Munir El Haddadi pada menit ke 53.
Joao Cancelo yang berada di sisi kiri pertahanan Barcelona berhasil
mengirimkan passing terukur. 1-1 untuk kedua tim.
Valencia XI (4-2-3-1): Alves; Montoya (Munir ‘46), Garay, Mangala, Gaya (Abdennour ’38); Suarez, Perez; Joao, Parejo, Nani; Rodrigo.
BARCELONA XI (4-3-3): Ter Stegen; Roberto, Mascherano, Umtiti, Digne; Busquets, Gomes, Iniesta (Rakitic ’12); Messi, Neymar, Suarez.
Valencia XI (4-2-3-1): Alves; Montoya (Munir ‘46), Garay, Mangala, Gaya (Abdennour ’38); Suarez, Perez; Joao, Parejo, Nani; Rodrigo.
BARCELONA XI (4-3-3): Ter Stegen; Roberto, Mascherano, Umtiti, Digne; Busquets, Gomes, Iniesta (Rakitic ’12); Messi, Neymar, Suarez.
Babak Pertama, Messi 1 Valencia 0

Berlaga di Stadion Mestalla, Barcelona mendominasi penguasaan bola. Serangan demi serangan dilancarkan tim asuhan Luis Enrique sejak awal.
Barcelona kehilangan Andres Iniesta yang cedera pada menit ke-14. Posisinya digantikan Ivan Rakitic.
Masuknya Rakitic ternyata memberikan keberuntungan bagi Blaugrana. Tujuh menit di lapangan, Rakitic melepas umpan matang kepada Messi setelah ruang tembaknya ditutup di kotak penalti Valencia.
Messi membuat gerakan mengecoh sebelum melepaskan tendangan yang melewati dua kaki bek Valencia Martin Montoya. Kiper Diego Alves melompat untuk mencegah bola tapi terlambat.
Alves kemudian memprotes keputusan wasit Alberto Undiano Mallenco yang mengesahkan gol. Sebab ALves merasa pandangannya diganggu pergerakan Luis Suarez yang melompat membiarkan bola tendangan Messi lewat.
Alves dan sejumlah pemain Valencia lainnya menganggap Suarez dalam posisi offsie. Namun Undiano tetap mengesahkan gol yang menjadi satu-satunya pada babak pertama.
Menteri pertanian dorong perbatasan negara jadi lumbung padi
Sanggau, Kalimantan Barat (ANTARA News) - Menteri Pertanian, Amran
Sulaiman, mendorong daerah perbatasan negara di Kalimantan Barat menjadi
daerah lumbung padi.
"Saatnya daerah perbatasan menjadi lumbung padi. Kita memiliki potensi yang besar untuk pengembangan pertanian padi di perbatasan," ujarnya, saat penanaman perdana padi teknik hazton, di Kecamatan Entikong, Sanggau, Sabtu.
Apalagi, kata dia, saat ini ada teknologi hazton yang merupakan hasil karya anak Kalimantan Barat yang bisa meningkatkan produktivitas lebih dari dua kali lipat. "Saat ini Kalimantan Barat sudah swasembada padi dan itu saya mengapresiasi. Harapan kami, di daerah perbatasan juga surplus," tuturnya.
Data menyatakan, konsumsi beras perkapita pertahun Indonesia adalah 120 kilogram.
"Saatnya daerah perbatasan menjadi lumbung padi. Kita memiliki potensi yang besar untuk pengembangan pertanian padi di perbatasan," ujarnya, saat penanaman perdana padi teknik hazton, di Kecamatan Entikong, Sanggau, Sabtu.
Apalagi, kata dia, saat ini ada teknologi hazton yang merupakan hasil karya anak Kalimantan Barat yang bisa meningkatkan produktivitas lebih dari dua kali lipat. "Saat ini Kalimantan Barat sudah swasembada padi dan itu saya mengapresiasi. Harapan kami, di daerah perbatasan juga surplus," tuturnya.
Data menyatakan, konsumsi beras perkapita pertahun Indonesia adalah 120 kilogram.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Inter Milan Dilaporkan Hubungi Laurent Blanc

Meski mampu mengalahkan Southampton 1-0 dalam lanjutan Liga Europa tengah pekan ini tak membuat nasib De Boer aman di bangku kepelatihan Nerazzurri. Manajemen klub pun diberitakan tengah mencari sosok pengganti yang tepat untuk bisa membawa Inter bangkit dari keterpurukan.
Surat kabar Italia Tuttosport, seperti dikutip Football Italia, Sabtu (22/10), melaporkan bahwa posisi De Boer di Giusseppe Meazza akan ditentukan dalam beberapa pertandingan ke depan. Kabar ini dipertegas Calciomercato yang memberitakan ada komunikasi dari pihak klub dengan Blanc.
Sosok Blanc sudah tidak asing lagi bagi para pendukung La Beneamata. Sebab, pelatih asal Prancis itu pernah merumput bersama Inter pada 1999 hingga 2001.
Dalam dunia kepelatihan Blanc terbilang cukup banyak memiliki pengalaman. Dia sempat menangani Bordeaux, timnas Prancis, dan terakhir PSG.
Blanc diharapkan menjadi pelatih dalam durasi jangka pendek. Sebab, Inter dilaporkan mengincar Diego Simeone yang masih menjalani kontrak dengan Atletico Madrid hingga 2018. Akan tetapi Blanc justru menginginkan kontrak jangka panjang.
Tak Ada Wakil Indonesia di Final
Odense - Indonesia tanpa wakil di final Denmark Terbuka Super Series Premier. Ini setelah kekalahan pasangan Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi di semifinal.
Pada partai semifinal yang dihelat di Odense Sports Park, Sabtu (22/10/2016) malam WIB, Angga/Ricky takluk dua gim langsung dari pasangan Thailand, Bodin Isara/Nipitphon Phuangphuapet dengan skor 11-21 dan 18-21.
Di gim pertama, Angga/Ricky sudah kewalahan meladeni permainan Bodin/Nipitphon. Mereka tertinggal 2-7 di awal gim, lalu 9-17, dan hanya sempat mencuri lima angka sebelum akhirnya takluk dengan 11-21.
Masuk di gim kedua, Angga/Ricky memberi perlawanan kepada Bodin/Nipitphon dengan saling kejar-mengejar angka. Setelah imbang 4-4, Angga/Ricky sempat tertinggal 4-10.
Lalu, Angga/Ricky terus berusaha mengejar hingga akhirnya sama kuat di 18-18. Tapi, Angga/Ricky akhirnya kalah 19-21.
Kekalahan Angga/Ricky membuat Indonesia tanpa wakil di final turnamen ini menyusul kekalahan sebelumnya yang diderita ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.
Greysia/Nitya takluk juga dengan dua gim langsung dari unggulan kedua asal Korea Selatan, Jung Kyung Eun/Shin Seung Chan, dengan skor 13-21 dan 24-26.
"Dari game pertama, waktu kami sempat unggul, kami banyak mati-mati sendiri. Jadi pas mereka menyusul kami malah nggak tenang dan terburu-buru," kata Nitya dalam rilis yang diterima detikSport.
(mrp/krs)
Langganan:
Postingan (Atom)